"Selamat Datang Di Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kalibanger Kota Pekalongan" *SELAMAT DATANG DI MADRASAH ALIYAH (MA) SALAFIYAH KALIBANGER KOTA PEKALONGAN*

Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2015

MA Salafiyah Pekalongan Membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2015/2016

Membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2015/2016
Syarat Pendaftaran Peserta Didik Baru
Tahun Pelajaran 2015 / 2016

1. Menyerahkan Foto Copy Ijazah dan SKHUN yang dilegalisir dan dilampiri Ijazah & SKHUN Asli
2. Yang belum ada Ijazahnya Pakai Foto Copy Raport
3. Menyerahkan Foto Copy Akte Kelahiran
4. Menyerahkan Pas Photo 3 x 4 = 6 lembar
5. Mengisi Formulir Pendaftaran
6. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 25.000;-
7. Semua Persyaratan dimasukkan kedalam Stofmap :
    * Warna Hijau untuk MTs
    * Warna Merah untuk SMP
8. Menyerahkan Foto Copy Kartu Keluarga
9. Bagi yang mengajukan keringanan SPP untuk menyertakan KPS/KPH/SKTM dari Kelurahan setempat

Kontak Person :
1. Ahmadun, S.Ag, M.S.I. : 081326841090
2. Sofwan Eka Kurniawan, S.Ag. : 085640193333
3. Muhammad Imron, S.H.I. : 085640090901

4. Ihda Himmawati, S.Ag. : 085876835403 
5. Nurul Sofia Ningrum, S.Pd. : 081575825261

Sabtu, 11 Oktober 2014

Alhamdulillah MAS JUARA I LOMBA GERAK JALAN

Alhamdulillah MA Salafiyah Pekalongan 
JUARA I LOMBA GERAK JALAN 
Tingkat SMA/MA/SMK Se-Kota Pekalongan 
Pada Tanggal 11 Oktober 2014

Rabu, 02 Juli 2014

Pendaftaran Gelombang II (1 - 11 JULI 2014)

GELOMBANG II (1 JULI - 11 JULI 2014)
Syarat Pendaftaran Peserta Didik Baru
Tahun Pelajaran 2014 / 2015

1. Menyerahkan Foto Copy Ijazah dan SKHUN yang dilegalisir dan dilampiri Ijazah & SKHUN Asli
2. Yang belum ada Ijazahnya Pakai Foto Copy Raport
3. Menyerahkan Foto Copy Akte Kelahiran
4. Menyerahkan Pas Photo 3 x 4 = 6 lembar
5. Mengisi Formulir Pendaftaran
6. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 25.000;-
7. Semua Persyaratan dimasukkan kedalam Stofmap :
    * Warna Hijau untuk MTs
    * Warna Merah untuk SMP
8. Menyerahkan Foto Copy Kartu Keluarga
9. Bagi yang mengajukan keringanan SPP untuk menyertakan KPS/KPH/SKTM dari Kelurahan setempat

Kontak Person :
1. Ahmadun, S.Ag, M.S.I. : 081326841090
2. Sofwan Eka Kurniawan, S.Ag. : 085640193333
3. Muhammad Imron, S.H.I. : 085640090901

4. Ihda Himmawati, S.Ag. : 085876835403 
5. Nurul Sofia Ningrum, S.Pd. : 081575825261

Kamis, 10 Oktober 2013

Prestasi MA Salafiyah Pekalongan

Prestasi MA Salafiyah Pekalongan :
1. Juara I Olimpiade Sains Bidang Astronomi Tk. MA/SMA/SMK 2006
2. Juara III Lomba Siswa Teladan & Berprestasi Tk. MA/SMA/SMK 2006
3. Juara I Bulu Tangkis Beregu Putri PORSENI MA Se-Kota Pkl 2007
4. Juara II Lomba Senam Santri Tk. MA Se-Kota Pekalongan Th. 2007
5. Juara I Lomba Lari 100 M Putra PORSENI MA Se-Kota Pkl Th. 2008
6. Juara II Lomba MTQ Putra MA/SMA/SMK Se-Kota Pkl Th. 2008
7. Juara II Lomba Tenis Meja PORSENI MA Se-Kota Pkl Th. 2009
8. Juara III Lomba MTQ Tartil Tk. MA/SMA/SMK Se-Kota Pkl Th. 2009
9. Juara III Debat Bhs. Indonesia MA/SMA/SMK Se-Karesidenan 
    Pekalongan Tahun 2009
10. Aktor Terfavorit dlm Festival Film Berbahasa Inggris MA/SMA/SMK
      Se-Kota Pekalongan Tahun Pelajaran 2009 / 2010
11. JUARA II & III SEBANYAK 10 CABANG LOMBA TAE KWON DO PUTRA & PUTRI POPDA KOTA PEKALONGAN TAHUN 2011

12. Juara III Lomba Pidato Bahasa Jawa Tk.MA/SMA/SMK Se-Kota 2011
13. Juara II Taekwondo Walikota CUP Under 49 Kg SMA Putri 2011
14. Juara III Taekwondo Walikota CUP Under 55 Kg SMA Putri 2011
15. Juara III Taekwondo Walikota CUP Under 48 Kg SMA Putra 2011
16. Juara III Lomba Mading Tk. SMA/MA/SMK Se-Kota PC. NU 2011
17. Juara II Taekwondo POPDA Under 44 Kg SMA Putri 2011
18. Juara II Taekwondo POPDA Under 59 Kg SMA Putra 2011
19. Juara II Taekwondo POPDA Under 59 Kg SMA Putri 2011
20. Juara III Taekwondo POPDA Under 46 Kg SMA Putri 2011
21. Juara III Taekwondo POPDA Under 49 Kg SMA Putri 2011
22. Juara III Taekwondo POPDA Under 52 Kg SMA Putri 2011
23. Juara III Taekwondo POPDA Under 56 Kg SMA Putri 2011
24. Juara III Taekwondo POPDA Poomsae SMA Putri 2011
25. Juara III Taekwondo POPDA Under 63 Kg SMA/MA/SMK Putra 2011
26. Juara III Taekwondo POPDA Under 68 Kg SMA/MA/SMK Putra 2011
27. Juara III Gerak Jalan 28 Km SMA/MA/SMK Sumpah Pemuda 2011
28. Juara I Pencak Silat Kelas E Putra POPDA SMA/MA/SMK 2012
29. Juara II Pencak Silat Kelas B Putra POPDA SMA/MA/SMK 2012
30. Juara II Pencak Silat Kelas E Putri POPDA SMA/MA/SMK 2012
31. Juara II Pencak Silat Kelas C Putri POPDA SMA/MA/SMK 2012
32. Juara II Taekwondo POPDA Under 59 Kg SMA/MA/SMK Putri 2012
33. Juara III Taekwondo POPDA Under 46 Kg SMA/MA/SMK Putri 2012
34. Juara III Taekwondo POPDA Under 49 Kg SMA/MA/SMK Putra 2012
35. Juara III Atletik Lari 400 M POPDA SMA/MA/SMK Putra 2012

Kamis, 08 Agustus 2013

Hukum Merayakan Hari Valentine bagi Umat Islam


Boleh jadi tanggal 14 Februari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari Valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa ‘kasih sayang’, walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari ‘making love’.
Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasana Valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.

Sejarah Valentine
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).
Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.
Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.
Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)
Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.
Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.
Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.
Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.

Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.
Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.
Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.
Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?
Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.
Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah sybhanahu wa ta’ala berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra’: 32)

Kasih Sayang Menurut Islam
Di dalam Islam tidak ada Valentine, sebab kata Valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam.
Namun kalau yang anda inginkan adalah perwujudan rasa kasih sayang menurut syariah Islam, tentu saja Islam merupakan ‘gudang’ nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.

Cinta kepada Kekasih
Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan kita dinilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya.
Namun kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat. Di mana laki-laki telah berjanji di depan 2 orang saksi. Janji itu bukan diucapkan kepada si wanita semata, melainkan juga kepada orang yang palingbertanggung-jawab atas diri wanita itu, yaitu sang ayah. Ikatan ini telah menjadikan pasangan laki dan wanita ini sebagai sebuah keluarga. Sebuah ikatan suami istri.
Adapun bila belum ada ikatan, maka akan sia-sia sajalah curahan rasa kasih sayang itu. Sebab salah satu pihak atau malah dua-duanya sangat punya kemungkinan besar untuk mengkhianati cinta mereka. Pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata, namun berkedok kata cinta.
Dan Islam tidak kenal cinta di luar nikah, karena esensinya hanya cinta palsu, cinta yang tidak terkait dengan konsekuensi dan tanggung-jawab, cinta murahan dan -sejujurnya- tidak berhak menyandang kata cinta.

Cinta kepada Sesama
Di luar cinta kepada pasangan hidup, sesungguhnya masih banyak bentuk kasih sayang Islam kepada sesama manusia. Antara lain bahwa Islam melarang manusia saling berbunuhan, menyakiti orang lain, bergunjing, mengadu domba atau pun sekedar mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.
Bandingkan dengan peradaban barat yang sampai hari duduk di kursi terdepat sebagai jagal yang telah membunuh berjuta nyawa manusia. Bukankah suku Indian di benua Amerika nyaris punah ditembaki hidup-hidup? Bukankah suku Aborigin di benua Australia pun sama nasibnya?
Membunuh satu nyawa di dalam Islam sama saja membunuh semua manusia. Bandingkan dengan jutaan nyawa melayang akibat perang dunia I dan II. Silahkan hitung sendiri berapa nyawa manusia melayang begitu saja akibat ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki?
Silahkan buka lembaran sejarah, siapakah yang dengan bangga bercerita kepada anak cucunya bahwa nenek moyang mereka berhasil membanjiri masjid Al Aqsha dengan genangan darah muslimin, sehingga banjir darah di masjid itu sebatas lutut kuda?
Di awal tahun 90-an, kita masih ingat bagaimana Serbia telah menyembelih umat Islam di Bosnia, anak-anak mati ditembaki. Bahkan janin bayi di dalam perut ibunya dikeluarkan dengan paksa dan dijadikan bola tendang. Bayangkan, kebiadaban apa lagi yang bisa menandinginya?
Sesungguhnya peradaban barat itu bertqanggung jawab atas semua ini. Tangan mereka kotor dengan darah manusia, korban nafsu angkara murka.
Kasih sayang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Islam. Sebuah agama yang terbukti secara pasti telah berhasil menjamin keamanan Palestina selama 14 abad lamanya. Di mana tiga agama besar dunia bisa hidup akur, rukun dan damai. Palestina baru kembali ke pergolakannya justru setelah kaum yahudi menjajahnya di tahun 1948.
Bahkan gereja Eropa di masa kegelapan (Dark Ages) pun tidak bisa melepaskan diri dari cipratan darah manusia, ketika mereka mengeksekusi para ilmuwan yang dianggap menentang doktrin gereja. Tanyakan kepadaGalileo Galilei, juga kepada Copernicus, apa yang dilakukan geraja kepada mereka? Apa yang menyebabkan kematian mereka? Atas dosa apa keduanya harus dieksekusi? Keduanya mati lantaran mengungkapkan kebenaran ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuandianggap tidak sesuai dengan kebohongan gereja.
Kalau kepada ilmuwan gereja merasa berhak untuk membunuhnya, apatah lagi dengan orang kebanyakan. Lihatlah bagaimana pemuda Eropa dikerahkan untuk sebuah perang sia-sia ke negeri Islam, perang salib. Lihatlah bagaimana nyawa para pemuda itu mati konyol, karena dibohongi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa, bila mau merebut Al Aqsha.
Sejarah kedua agama itu, berikut sejarah Eropa di masa lalu kelam dan bau anyir darah. Sejarah hitam nan legam…
Bandingkan dengan sejarah Islam, di mana anak-anak bermain dengan bebas di taman-taman kota, meski orang tua mereka lain agama. Bandingkan dengan sejarah perluasan masjid di Mesir yang tidak berdaya lantaran tetangga masjid yang bukan muslim keberatan tanahnya digusur. Bandingkan dengan pengembalian uang jizyah kepada pemeluk agama Nasrani oleh panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarah, lantaran merasa tidak sanggup menjamin keamanan negeri.
Siapakah yang menampung pengungsi Yahudi ketika diusir dari Spanyol oleh rejim Kristen? Tidak ada satu pun negara yang mau menampung pelarian Yahudi saat itu, kecuali khilafah Turki Utsmani. Sebab meski tidak seagama, Islam selalu memandang pemeluk agama lain sebagai manusia juga. Mereka harus dilindungi, diberi hak-haknya, diberi makan, pakaian dan tempat tinggal layak. Syaratnya hanya satu, jangan perangi umat Islam. Dan itu adalah syarat yang teramat mudah.
Maka kalau kita bicara cinta dan kasih sayang, Islam lah bukti nyatanya.

Kamis, 02 Februari 2012

BID'AH 'ALA MADZAHIBIL ARBA'AH

BID'AH 'ALA MADZAHIBIL ARBA'AH
Penulis: Syaikh Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Republik Mesir)

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

"Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara baru, setiap perkara baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka." (HR. An-Nasa'i)

Hadits ini merupakan salah satu dari sekian banyak hadits yang berbicara tentang bid'ah. Namun untuk memahami perkara bid'ah ini tidak asal begitu saja kita pahami secara harfiah atau tekstual dari hadits tersebut, sehingga siapapun menjadi mudah untuk mengklaim saudara-saudaranya semuslim yang melakukan satu perkara yang tidak pernah dilakukan di zaman nabi SAW kita anggap sebagai pelaku bid'ah yang sesat, dan jika ia sesat berarti tempatnya di neraka. Agar tidak berkesan tergesa-gesa ada baiknya kita memahami terlebih dahulu masalah ini melalui kajian-kajian dari para ulama salafush-shalih kita yang telah terebih dahalu mengkajinya.

Definisi Bid'ah
Untuk mengetahui pengertian bid'ah yang benar maka kita harus terlebih dahulu memahami arti bid'ah secara bahasa (etimologi) dan istilah (terminologi/syariat).

Bid'ah Menurut Bahasa (Etimologi)
Yaitu hal baru yang disisipkan pada syariat setelah setelah ia sempurna. Ibnu As-Sikkit berpendapat bahwa bid'ah adalah segala hal yang baru. Sementara istilah pelaku bid'ah (baca: mubtadi') menurut adat terkesan tercela.
Adapun Abu Adnan berpendapat bahwa bid'ah adalah melakukan satu perbuatan yang nyaris belum pernah dilakukan oleh siapapun, seperti perkataan Anda: si fulan berbuat bid'ah dalam perkara ini, artinya ia telah mendahului untuk melakukan hal itu sebelum orang lain.

Bid'ah Menurut Istilah (Terminologi/Syariat)
Ada dua cara yang ditempuh para ulama untuk mendefinisikan bid'ah menurut syara'.

Segala hal yang tidak pernah dilakukan Nabi SAW adalah Bid'ah
Pandangan ini dimotori oleh Al Izz bin Abdussalam (ulama madzhab Syafi'i), dia menganggap bahwa segala hal yang tidak pernah dilakukan Nabi SAW sebagai bid'ah. Bid'ah ini pun terbagi kepada hukum yang lima. Berikut perkataan Al Izz:
"Amal perbuatan yang belum pernah ada di zaman Nabi SAW atau tidak pernah dilakukan di zaman beliau terbagi lima macam:
  1. Bid'ah wajib.
  2. Bid'ah haram
  3. Bid'ah sunah
  4. Bid'ah makruh
  5. Bid'ah mubah
Adapun untuk mengetahui semua itu adalah mengembalikan semua perbuatan yang dinggap bid'ah itu di hadapan kaidah-kaidah syariat, jika ia masuk atau sesuai dengan kaidah atau prinsip wajib maka perbuatan itupun menjadi wajib (bid'ah wajib), jika ia masuk atau sesuai dengan kaidah atau prinsip haram maka perbuatan itupun menjadi haram (bid'ah haram), jika ia masuk atau sesuai dengan kaidah atau prinsip sunah maka perbuatan itupun menjadi sunah (bid'ah sunah), jika ia masuk atau sesuai dengan kaidah atau prinsip mubah (boleh) maka perbuatan itupun menjadi mubah (bid'ah mubah). (Lihat Qawa'id Al Ahkam fi Mashalihil Anam, juz 2. h. 204)

Makna tersebut juga dikatakan oleh Imam An-Nawawi yang berpendapat bahwa segala perbuatan yang tidak pernah ada di zaman Nabi dinamakan bid'ah, akan tetapi hal itu ada yang baik dan ada yang kebalikannya/buruk. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqalani. Juz 2.h. 394).

Definisi Bid'ah Syariat Lebih Khusus
Cara kedua yang ditempuh para ulama untuk mendefinisikan bid'ah adalah: menjadikan pengertian bid'ah menurut syariat lebih khusus dari pada menurut bahasa. Sehingga istilah bid'ah hanya berlaku untuk suatu perkara yang tercela saja, dan tidak perlu ada penamaan bid'ah wajib, sunah, mubah dan seterusnya seperti yang diutarakan oleh Al Izz bin Abdussalam.

Cara kedua ini membatasi istilah bid'ah pada suatu amal yang diharamkan saja. Cara kedua ini diusung oleh Ibnu Rajab Al Hambali, ia pun memjelaskan bahwa bid'ah adalah suatu perbuatan yang tidak memiliki dasar syariat yang menguatkannya, adapun jika suatu perbuatan ini memiliki dasar syariat yang menguatkannya maka tidak dinamakan bid'ah, sekalipun hal itu bid'ah menurut bahasa. (lihat Jami' Al Ulum Wa Al Hikam h. 223)

Sebenarnya kedua cara yang ditempuh para ulama ini sepakat mengenai hakikat pegertian bid'ah, perbedaan mereka terjadi pada pintu masuk yang akan mengantarkan pada pengertian yang disepakati ini, yaitu bahwa bid'ah yang tercela (madzmumah) adalah yang berdosa jika megerjakannya, dimana perbuatan itu tidak memiliki dasar syar'i yang menguatkannya, inilah makna yang dimaksud dari sabda Nabi SAW,
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
"Setiap perbuatan bid'ah itu sesat."
Definisi yang jelas inilah yang dipegang oleh para ulama, ahli fikih dan imam yang diikuti. Imam Syafi'i--sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi--bahwa beliau berkata,
"Perkara baru yang tidak ada di zaman nabi SAW itu ada dua kategori:
  1. Perkara baru yang bertolak belakang dengan Al Qur'an, Sunnah, pendapat sahabat atau Ijma, maka itu termasuk bid'ah yang sesat (bid'ah dhalalah).
  2. Perkara baru yang termasuk baik (hasanah), tidak bertentangan dengan Al Qur'an, Sunnah, pendapat sahabat atau Ijma, maka perkara baru ini tidak tercela."
(Riwayat Al Baihaqi. Lihat kitab Manaqib Asy-Syafi'i, juga oleh Abu Nu'aim dalam kitab Hilyatul Auliya'. 9/113)

Sementara Hujjatul Islam, Abu Hamid Al Ghazali berpendapat bahwa tidak semua perkara baru yang tidak dilakukan di zaman nabi SAW itu dilarang, akan tetapi yang dilarang adalah perkara bid'ah yang bertolak belakang dengan Sunnah dan menghilangkan apa yang sudah ditetapkan syari'at. (Lih.Ihya' Ulumuddin, juz 2, h. 248)
Imam An-Nawawi telah menukil dari Sulthanul ulama, Imam Izzuddin bin Abdussalam, dia berkata di akhir kitab Qawa'id Al Ahkam (kaidah-kaidah hukum),
"Bid'ah itu terbagi kepada wajib, sunah, mubah, haram dan makruh ... "

Di kesempatan lain, dalam pembicaraan tentang hukum bersalaman usai shalat, dia juga berkata,
"Ketahuilah bahwa bersalaman ini disunahkan pada setiap pertemuan, adapun orang-orang membiasakan bersalaman pada setiap kali usai shalat maka ini tidak ada dasarnya sama sekali, akan tetapi hal itu tidak mengapa dilakukan, karena dasar bersalaman itu adalah Sunnah. Adapun mereka yang membiasakannya pada kondisi tertentu seperti usai shalat maka hal ini tidak keluar dari keberadaan bersalaman yang disinggung oleh dasar syariat (Sunnah)." (lihat An-Nanawi dalam Al Adzkar)
Adapun Ibnu Al Atsir berkata,

"Bid'ah itu ada dua macam, bid'ah huda (yang berpetunjuk) dan bid'ah dhalal (sesat), jika perkaranya bertolak belakang dengan apa yang diperintahkan Rasulullah SAW maka itu termasuk tercela dan dikecam. Jika perkara itu termasuk yang disunahkan dan dianjurkan maka perkara itu terpuji. Dia pun menambahkan: bid'ah yang baik pada dasarnya adalah sunah."
Karena itu hadits Nabi SAW,
"Bahwa setiap perkara baru itu bid'ah."
Dipahami jika perkara baru itu bertentangan dengan dasar-dasar syariat dan bertolak belakang dengan Sunnah." (lihat An-Nihayah, karangan Ibnu Al Atsir juz 1. h. 80)
Ibnu Al Manzhur juga memiliki pendapat yang bagus mengenai definisi bid'ah secara istilah syar'i, menurutnya:

Bid'ah itu ada dua macam, bid'ah berpetunjuk (huda) dan bid'ah yang sesat (dhalal). Jika perkara itu bertolak belakang dengan perintah Allah dan Rasul-Nya maka itu termasuk tercela dan dikecam. Adapun jika perkaranya termasuk atau sesuai dengan apa yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya maka itu termasuk perkara terpuji. Adapun perkara yang tidak ada contohnya di zaman nabi SAW seperti macam-macam jenis kebaikan dan kedermawanan serta perbuatan baik lainnya maka itu termasuk perbuatan yang terpuji (seperti bersedekah dengan pulsa, voucher, mengucapkan selamat via email dan SMS atau MMS, mengaji via telepon, dan lain sebagainya--Red)."
Perkara baru ini tidak boleh bertentangan dengan dasar-dasar syariat, karena Nabi SAW telah menilai perbuatan ini (yang sesuai dengan dasar-dasar syari'at) berhak mendapatkan pahala: beliau bersabda,
"Siapa yang memulai perbuatan baik maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya."
Pada perbuatan kebalikannya beliau bersabda pula,
"Siapa yang memulai suatu kebiasaan buruk, maka dia mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengamalkannya."
Hal itu terjadi jika perbuatannya bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Begitupula dengan yang dikatakan Umar,
"Ini (shalat Tarawih berjama'ah) bid'ah yang baik".
Jika perbuatan itu termasuk katagori kebaikan dan terpuji maka dinamakannya dengan bid'ah yang baik dan terpuji, karena Nabi SAW tidak menyunahkan shalat Tarawih secara berjamaah kepada mereka, Rasulullah hanya melakukannya beberapa hari lalu meninggalkannya dan tidak lagi mengumpulkan jamaah untuk melakukan shalat Tarawih.
Praktik shalat Tarawih berjamaah ini juga tidak dilakukan pada masa Abu Bakar. Namun hal itu dipraktikkan di masa Umar bin Al Khaththab, beliau menganjurkannya serta membiasakannya, sehingga Umar menamakannya dengan bid'ah pula, namun pada hakikatnya praktik tersebut adalah sunah, berdasarkan sabda Nabi SAW,
"Ikutilah Sunnahku, dan sunah khulafa rasyidun setelahku."
Juga sabda beliau lainnya,
"Ikuti orang-orang setelahku, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ..."
Adapun hadits nabi SAW,
"Setiap perkara baru adalah bid'ah"
Dipahami jika perkara itu bertolak belakang dengan dasar-dasar syariat dan tidak sesuai dengan Sunnah. (lihat Lisan Al 'Arab juz 8. h. 6)

Sikap Para Ulama terhadap Definisi Bid'ah
Jumhur ulama (mayoritas ulama) berpendapat bahwa bid'ah terbagi beberapa macam, hal ini nampak pada pendapat imam Syafi'i dan para pengikutnya seperti, Al Izzu bin Abdussalam, An-Nawawi dan Abu Syamah. Dari Madzhab Maliki seperti, Al Qarafi dan Az-Zarqani. Dari Madzhab Hanafi, seperti Ibnu Abidin. Dari Madzhab Hambali, seperti Ibnu Al Jauzi. Dari madzhab Zhahiriyah, seperti Ibnu Hazm.
Semua ini tercermin dalam definisi yang diberikan Al Izz bin Abdussalam mengenai bid'ah, yaitu perbuatan atau amal yang tidak pernah ada di zaman Nabi SAW, dan hal ini tebagi pada bid'ah wajib, sunah, haram, makruh dan mubah.
Para ulama ini memberikan contoh-contoh mengenai pembagian bid'ah ini:
  • Bid'ah wajib
Seperti mempelajari ilmu nahwu dan sharaf (gramatika bahasa Arab) yang dengannya dapat memahami kalam Ilahi dan sabda Rasulullah. Ini termasuk bid'ah wajib, karena ilmu ini berfungsi untuk menjaga kemurnian syariat, sebagaimana dijelaskan dalam kaidah fikih,                         

‎مَا لاَيَتِمُّ الوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

"Sesuatu yang tanpanya kewajiban tidak akan berjalan sempurna maka sesuatu itu pun menjadi wajib hukumnya."

  • Bid'ah haram
Seperti pemikiran sekte Al Qadariyah, sekte Al Jabariyah, sekte Al Murji'ah dan sekte Al Khawarij, paham bahwa Al Qur'an adalah produk budaya, dan paham bahwa zamantini masih jahiliyah sehingga hukum-hukum Islam belum bisa diterapkan, dan lain sebagainya.

  • Bid'ah sunah
Seperti merenovasi sekolah, membangun jembatan, shalat tarawih secara bejamaah dengan satu imam, dan adzan dua kali pada shalat Jum'at.

  • Bid'ah makruh
Seperti menghiasi atau memperindah Masjid dan Kitab Al Qur'an.

  • Bid'ah mubah
Seperti, bersalaman usai shalat jamaah, tahlil, memperingati Maulid Nabi SAW, berdoa dan membaca Al Qur'an di kuburan, dzikir secara berjamaah dengan dipimpin imam usai shalat, dzikir dengan suara keras secara berjamaah, dan keanekaragaman bentuk pakaian dan makanan.

Mengenai bid'ah mubah ini diperlukan sikap toleransi yang tinggi di kalangan umat Islam untuk menjaga persatuan dan persaudaraan yang hukumnya wajib, artinya siapa saja boleh melakukan dan meninggalkannya, jangan sampai ada pemaksaan sedikitpun dalam melakukannya apalagi saling merasa benar atau menyalahkan kelompok lainnya. Adapun dalil yang menjadi dasar pembagian bid'ah ini menjadi lima adalah:
  1. Perkataan Umar tentang shalat tarawih berjamaah di masjid pada bulan Ramadhan dengan mengatakan,
نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ

Ini sebaik-baik bid'ah.

Diriwayatkan dari Abdurrahaman bin Abdul Qari, dia berkata : Aku keluar rumah bersama Umar bin Khaththab pada malam bulan Ramadhan menuju masjid. Kami menyaksikan orang-orang terbagi-bagi, masing masing melakukan shalat sendirian. Kemudian Umar berkata,

"Aku berpandangan andai saja aku bisa mengumpulkan mereka pada satu imam maka ini lebih baik dan ideal."

Beliaupun bertekad mengumpulkan mereka dengan imamnya Ubai bin Ka'ab. Kemudian aku keluar ke masjid pada hari berikutnya bersama beliau, kamipun melihat orang-orang sedang shalat dibelakang satu imam. Umar lalu berkata,

نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ

Inilah sebaik-baik bid'ah.

Adapun melakukannya di akhir malam maka itu lebih afdhal daripada melakukannya di awal malam. (HR. Bukhari)

  1. Abdullah bin Umar menilai shalat Dhuha yang dilakukan secara berjamaah di masjid adalah bid'ah, padahal itu merupakan perkara baik.
Diriwayatkan dari Mujahid, dia berkata:
Aku dan Urwah bin Zubair masuk masjid, ternyata ada Abdullah bin Umar sedang duduk di samping serambi rumah Aisyah, lalu ada sekelompok orang melakukan shalat Dhuha secara berjamaah. Kamipun menanyakan hukum shalat mereka ini kepadanya, diapun menjawab, "Bid'ah". (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Hadits-hadits yang menunjukkan pembagian bid'ah menjadi bid'ah baik dan buruk diantaranya adalah yang diriwayatkan secara marfu' (shahih dan sampai pada nabi SAW):
"Siapa yang memulai suatu perbuatan baik maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala dari orang yang mengikutinya sampai hari kiamat. Siapa yang memulai suatu perbuatan buruk maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa dari orang yang mengikutinya sampai hari kiamat." (HR. Muslim)
Dari apa yang disampaikan dapat kita simpulkan bahwa mengenai bid'ah ini ada dua pandangan para ulama:
  1. Seperti yang dikemukan oleh Ibnu Rajab Al Hambali dan selainnya, bahwa semua perbuatan yang diberi pahala dan disyariatkan melakukannya tidak dinamakan bid'ah, sekalipun hal itu pantas dinamakan bid'ah dari segi bahasa, yaitu perbuatan baru yang belum pernah ada yang melakukannya, akan tetapi penamaan bid'ah terhadap perbuatan ini tidak dimaksudkan sebagai bid'ah yang tercela apalagi sesat.
  2. Pandangan perincian macam-macam bid'ah seperti yang dikemukakan oleh Al Izz bin Abdissalam sebagaimana yang telah kami paparkan sebelumnya.
Sementara sikap kita sebagai muslim terhadap masalah yang cukup penting ini yang mempengaruhi pemikiran Islam, masalah-masalah fikih, juga pandangan atau sikap kita terhadap saudara-saudara semuslim kita lainnya, sehingga janganlah dengan mudah kita mengklaim mereka yang melakukan bid'ah hasanah (yang baik) itu sebagai pelaku bid'ah yang sesat dan fasiq (wal 'iyadzu billah/kita memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu), hal ini terjadi karena ketidaktahuan dengan prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah yang telah jelas tersebut, sehingga masalah inipun menjadi samar dan aneh di kalangan umat Islam.

Rabu, 28 September 2011

Juara III Lomba Mading

MA SALAFIYAH MENDAPAT JUARA III LOMBA MADING 
Ade Firlia, mewakili Tim Jurnalistik Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Pekalongan menerima
Piala Lomba Mading Harlah NU ke-85 di Gedung Aswaja

                Dalam rangka peringatan hari lahir Nadhatul Ulama ke-85, panitia peringatan Harlah NU kota Pekalongan mengadakan beberapa kegiatan, di antaranya Lomba Majalah Dinding (MADING) yang diselenggarakan untuk terbuka,serta dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkatan SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA.
            Dengan modal semangat dan ide kreatif, siswa- siswi MA SALAFIYAH ( MAS ) mengikuti lomba tersebut. Meskipun sebenarnya belum pernah mengikuti kegiatan yang sedemikian dan kurang berpengalaman, namun itu semua tidak membatasi langkah siswa- siswi MAS untuk mencoba dan terus melangkah ke depan tanpa rasa ragu atau putus asa, apalagi ditemani oleh para pembimbing yang dengan sabarnya mengarahkan juga selalu memberi motivasi serta dukungan yang besar.
            Ketentuan lomba madding itu sendiri, mencakup dua aspek. Aspek pertama perwajahan yang meliputi tata letak, ilustrasi , keaslian dan kreativitas. Sedangikan aspek kedua yaitu tentang isi, meliputi kesesuaian tema, kebahasan, kejurnalan, rublikasi dan kedalaman materi.
            Dan untuk memenuhi kriteria yangtelah ditentukan, pastinya TIM MADING MAS ( siswa- siswi MAS ) sangat membutuhkan keuletan, kesabaran, juga kreativitas tinggi untuk membuat mading agar sesuai dengan ketentuan yang diinginkan.
            Apalagi, kegiatan ini diselenggarakan sekitar dua minggu setelah selesai UKK ( ulangan kenaikan kelas ) semester 2, wow… butuh perjuangan super untuk mempersiapkannya.
 ( Perjuangan Tim )
            Awalnya, Tim menyusun dan membagi tugas pengumpulan bahan- bahan, mulai dari wawancara, corat- coret puisi, cerpen, aplikasi humor juga membuat dan penyusunan artikel. Sekitar satu setengah minggu sebelum batas akhir pengumpulan, Tim memulai bekerja keras dengan penuh harapan semoga bisa menjadi terbaik nantinya.
            Tentunya menuju sebuah keberhasilan, jalan yang ditempuh tidak selamanya berjalan dengan baik, beberapa kendala dating menghampiri dan sedikit menguji Tim, antara lain nge-jam karet yang dibudayakan, dari munculnya masalah ini cukup mengganggu konsentrasi tim. Alhasil, semakin ngaret jam  makin ngaret  pula tugas juga banyak waktu terbuang secara percuma.



           Namun, berkat solidaritas yang lumayan  tinggi, masalah tersebut dapat teratasi dengan sendirinya.
            Tanpa terasa, tinggal satu minggu sisa waktu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan mading. Bahan- bahan mulai terkumpul meski belum sepenuhnya, sementara bahan mulai lengkap Tim melanjutkan tugas merancang papan mading berukuran 90 x 60 cm memakai gabus, tidak ketinggalan pula membuat hiasan agar tampilan semakin indah. Tinggal menghitung hari, setelah papan telah usai dan bahan sudah komplit, proses penempelan serta menata ilustrasi digerakkan.
            Alhamdulillah, tepat tanggal 16 juni 2011 batas akhir pengupulan, mading dapat terselesaikan. Tanpa menunggu lama tim segera mengirimnya kepada sekretariat panitia peringatan Harlah NU ke-85 tahun 2011 di gedung Aswaja, Jl. Sriwijaya Pekalongan .
            Beberapa saat, setelah tim pulang dari pengumpulan  hasil karya MADING, tim mendapatkan undangan untuk menghadiri puncak pengajian Hari Lahir Nadhatul Ulama ke- 85 sekaligus pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, yaitu pada tanggal 29 Juni 2011 di gedung Aswaja kota Pekalongan pukul 20.00 WIB.

 ( Puncak penerimaan penghargaan )
            Hari  “H”  kini telah tiba, tanggal 29 Juni 2011 tepat hari ini, sekitar pukul 20.00 WIB Ade Firlia, Hartutik, Mahfidho Musa, dan Rusmanah perwakilan,dari Tim Mading MA Salafiyah datang menghadiri acara terserbut. Baru menginjakkan kaki di halaman gedung saja, suasana sangat terasa meriah, acara yang juga disponsori XL menampakkan baliho- baliho disekitar halaman gedung yang bertuliskan XL. Di tambah suara merdu berlantun dengan music terbangan semakin melengkapi suasana hingga terasa pas.
            Acara yang dibarengi pelantikan pengurus Pimpinan Cabang juga ikut meramaikan suasana, terlihat kakak- kakak memakai jas berseragam abu- abu, keren banget. Akhirnya yang ditunggu- tunggu hadir pula, acara pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dimulai, ternyata selain lomba Majalah Dinding (MADING), ada juga lomba Marching Band tingkat SMP/ MTS, terus Simtu durror tingkat ranting NU se- kota Pekalongan. Raut panik tampak dari wajah para perwakilan TIM MAS, saat MC mengumumkan pemenang dari lomba Mading tingkat SMA/MA/SMK se- kota Pekalongan dan allhamdullillah MA Salafiyah menjadi juara ketiganya. Raut bimbang yang sebelumnya terlukis kini berubah cerah ceria. “walaupun, hanya bisa menjadi juara ketiga, tidak masalah. Karena memang saingan cukup besar lagi pula masih banyak kekurangan dari hasil karya kami, mungkin diawali juara ketiga dulu, dan semoga ini menjadi titik awal kesuksesan bagi kami dan cukup memberi warna indah plus cerah bagi MA SALAFIYAH tutur Rusmanah, salah satu perwakilan Tim Mading MAS yang ikut hadir.
 (Keberhasilan untuk MA Salafiyah tercinta)
            Salah satu perwakilan Tim Mading MAS Ade Firlia, maju dan naik ke atas panggung untuk menerima piala, serta penghargaan lainnya yang berupa piagam juga uang pembinaan senilai Rp 400.000, malam itu kebahagiaan terasa begitu dalam apalagi dengan perjuangan yang selama ini dilakukan.
            Untuk Ma Salafiyah tercinta, hadiah ini menjadi persembahan yang mungkin tidak begitu besar, namun semua ini sebagai rasa terima kasih kami atas apa yang telah dididikkan. WE LOVE MA SALAFIYAH..! 

Kamis, 07 Juli 2011

Madrasah Aliyah Yang Tepat

SEKOLAH LANJUTAN YANG TEPAT…?......OKEY…!
Sejumlah atlit Taekwondo MA Salafiyah yang baru saja menerima medali kejuaraan pada PODA Kota Pekalongan 2010, berfoto bersama official dan Ketua Taekwondo Pekalongan sekaligus Ketua DPRD Kota Pekalongan (berdiri paling kiri)

                                 Tahun ajaran baru, bingung mau melanjutkan ke mana? Takut nggak sanggup mengatasi masalah biaya? Bingung untuk ambil jurusan apa? Mungkin salah satu solusinya ada di sini. Di mana lagi kalau bukan di Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan atau yang sering   kita dengar dengan sebutan  “ MAS”.      Madrasah Aliyah Salafiyah didirikan sebagai wahana lanjutan bagi jenjang pendidikan setingkat SMP/MTs. ( dari jenjang pendidikan menengah pertama menuju tingkat yang lebih tinggi ) agar mendapatkan pendidikan umum, keterampilan, dan ilmu agama yang lebih banyak.
                                Jika dilihat dari sejarah sejak MAS berdiri sampai saat ini, banyak sekali perubahan yang terjadi. Dan tentunya peningkatanlah yang semakin berkembang, mulai dari jumlah siswa hingga prestasi yang dihasilkan. Tengok saja awal berdiri MAS, tempat belajar mengajarnya masih menjadi satu dengan tempat belajar mengajar SMP Salafiyah yang lokasinya berada di belakang Masjid Kauman Pekalongan dan jam belajarnya harus rela bergantian dengan SMP Salafiyah karena minimnya fasilitas dan pada saat itu hanya terdapat satu ruangan yang digunakan untuk  proses KBM. SMP Salafdiyah sendiri menggunakan tempat pada waktu pagi hari sedangkan siswa MA Salafiyah menggunakannya pada waktu siang hari.
                                Salafiyah sendiri didirikan pada tahun 1960 yang awalnya diberi namanya MSS dengan kepanjangan Madrasah Salafiyah Tsanawiyah. Dan pada tahun 1970 diubah nama menjadi SMP Salafiyah, tokoh yang menjadi sentral ide untuk mendirikan Salafiyah adalah KH. Ghufron Achid. Dan pada tahun 1980 Gamlah merintis Madrasah Aliyah Salafiyah/ MAS, yang hanya dilengkapi dengan 1 jurusan yaitu IPA, namun dalam bidang agama materi pengajarannya lengkap mulai dari hadits, tafsir, qoroid, nahusorof dan masih banyak yang lain lagi. Semakin lama siswa- siswi MAS berkurang disebabkan karena waktu belajar mengajar yang kurang efisien dan juga menimbulkan berbagai keluhan dari banyak pihak.
 Padahal  para guru sudah bersedia dan rela, sangat bersemangat seharian penuh mengajar murid SMP Salafiyah pada pagi hari dan bergantian mengajar murid MAS di siang hari. Hingga akhirnya pengurus Yayasan Salafiyah memutuskan untuk memindahkan MAS ke kantor NU yang sudah tidak terpakai lagi. Gedung ini berlokasi di jalan Dr. Utomo, kebijakan ini tidak bertahan lama dikarenakan gangguan kebisingan kendaraan bermotor dan beberapa kumpulan anak- anak nakal . Lokasi yang berada di depan jalur pantura ini tidak memenuhi kenyamanan dan ketenteraman yang diharapkan. Berkat kesabaran, ketelatenan dan keikhlasan para guru sehingga masalah- masalah yang timbul dapat diatasi dengan baik dari yang dipicu karena masalah anak- anak nakal sekalipun. Hingga akhirnya kini MAS masih berdiri dan tetap jaya dan bertempat baru di  JL. Purnasari No. 100 Kalibanger Noyontaan Pekalongan.
                Di sinilah MA Salafiyah semakin jelas menunjukan jati diri perkembangannya dan terukir beragam prestasi, di antaranya Juara 1 lomba Olimpiade Sains bidang astronomi (th. 2006), juara III Lomba Debat Bahasa Indonesia Se-Eks Karesidenan Pekalongan (th. 2009), Juara I Lomba Karya Film Pelajar Kategori Artis Favorit (th. 2009), dan masih banyak lagi prestasi yang terukir baik di bidang akademis maupun olah raga. Di arena POPDA Kota Pekalongan 2010 yang lalu Tim Taekwondo MAS berhasil mendulang 7 medali perak dan 3 medali perunggu. Ini merupaka prestasi yang menggembirakan mengingat keikutsertaan MAS dalam POPDA cabang Twaekwondo baru pertama kalinya dan harus menghadapi lawan-lawan yang jauh berpengalaman dan lebih tinggi tingkatannya. Prestasi ini terus berlanjut  pada ajang Walikota Cup Kota Pekalongan 2011 yang notabene merupakan kompetisi profesional Taekwondo di Pekalongan dan sekitarnya. Di ajang yang cukup bergengsi ini MAS mengirimkan sejumlah 6 atlit putra-putri dan berhasil menyabet 2 Juara II dan 2 Juara III pada kelas yang berbeda.
                Apalagi dalam menyambut  tahun pelajaran baru ini, MA Salafiyah tengah berbenah diri dan siap melaju sebagai sekolah unggulan dengan bermacam program keterampilan yang ditawarkan. Program Keterampilan sebagai bagian dari proses pembelajaran akan diberikan secara intensif  dan sistematis. Hal tersebut ditujukan agar dapat menghasilkan lulusan peserta didik dengan standar kualitas yang memadai  untuk dapat bersaing dalam dunia kerja serta mampu hidup mandiri.Program Keterampilan  yang ditawarkan merupakan inovasi program keterampilan yang sudah ada sebelumnya, seperti Desain Tekstil dan Busana, Desain Grafis dan Percetakan, Teknologi Informatika dan Komonukasi, OR dan Bela diri, dan yang benar-benar baru adalah  Otomotif dan Jurnalistik. Bahkan untuk dua program keterampilan yang terakhir, MA Salafiyah menggandeng pihak luar yang berkompeten di bidangnya dalam proses KBM nantinya. Nah, dengan sederet jejak perjalanan yang terukir dan guru-guru yang keseluruhannya berijasah sarjana S1 dan S2 dari berbagai perguruan tinggi ternama, kiranya MA Salafiyah sudah pantas dan tepat menjadi sekolah pilihgan bagi para lulusan SMP dan MTs yang hendak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Eka  Laela Sari, Taekwondo in MA Salafiyah  cukup puas meraih Juara II Kls U 58

Minggu, 04 April 2010

Ketrampilan Otomotif

KETERAMPILAN OTOMOTIF : 
INOVASI PEMBELAJARAN MA SALAFIYAH
MA Salafiyah atau yang biasa dikenal dengan sebutan “MAS”, merupakan madrasah  sederajat dengan SMA dan SMK. Di sini banyak  ilmu yang dapat dijumpai dan bisa dipelajari, seperti ilmu umum, agama, maupun Skill Life, bekal bagi masa depan yaitu ilmu keterampilan. Wahhhh…plit plit plit super komplit.
Madrasah yang berlokasi di jalan Purnasari No. 100 Kalibanger Pekalongan ini, memang dari segi tempat sederhana, namun jangan salah.Iilmu yang diajarkan sangat bermutu serta bermanfaat , mulai dari ilmu yang berguna di dunia sampai dengan akhirat, luar biasa bukan?
Memang  jurusan di MA Salafiyah hanya IPA & IPS, tetapi walaupun demikian jangan khawatir karena MAS juga mengajarkan pelajaran tambahan diluar jam regular  atau sering disebut Ekstrakurikuler. Tetapi kegiatan ekstrakurikuler di sini berbeda dengan yang ada di sekolah lain. Kegiatan keterampilan di sini diberikan secar intensif dan terprogram. Dengan adanya kegiatan ini tentunya semakin menambah bekal ilmu bagi siswa. Apalagi jika dimanfaatkan sebaik mungkin, lagi pula bisa dijadikan sebagai ajang asah minat bakat atau itung- itung nambah daftar pengalaman.
Untuk pelajaran tambahan di MA Salafiyah, kegiatan yang diadakan menyesuaikan dengan minat siswa, saat ini kegiatan ekstrakurikuler  di MAS meliputi pramuka, kompuer atau TIK bagi yang ingin belajar berteman bareng dunia maya serta terjun pada canggihnya teknologi modern, ada juga ekstra sablon, keterampilan menjahit dan gak kalah serunya Tae Kwondo  juga ada, ekstra ini sangat penting karena setiap orang pasti membutuhkan keamanan dan tidak selamanya harus bergantung kepada orang lain atas keselamatan diri.
Nah…pada tahun ini, tahun ajaran 2011/2012 MAS mulai merintis ekstrakurikuler baru bagi para siswanya, antara lain silat, jurnakistik dan otomotif. Uiihh…keren bener!!! Kira- kira kenapa ya?? MAS merintis ekstra- ekstra tersebut?? Apalagi otomotif, pasti butuh keberanian penuh bagi bpk ibu guru untuk merintisnya. Langsung aja yuk,  kita denger penuturan dari Bpk Wimbadi Eko Yuwono, S.Pd, salah satu  guru yang  bertanggung jawab  dalam membidani perilisan ekstra otomotif ini.
“Salah satu perwujudan dari inovasi pembelajaran di MA Salafiyah adalah Program Keterampilan Otomotif. Meskipun sebagai langkah awal program ini masih bertajuk kegiatan ekstrakurikuler, namun dalam pelaksanaannya didesain sebagaimana mapel mulok, jadi ada kurikulum dan silabusnya yang diadopsi dari kurikulum SMK. Program  otomotif ini diberikan kepada siswa secara intensif dalam kurun waktu dua tahun dan diampu pleh guru yang berkompeten di bidangnya. Materi pembelajaran pada dasarnya terbagi menjadi  tiga bagian, yaitu: Engine (Mesin), Elektric (Listrik), dan Chassis (Rangka). Perlu diketahui, bahwa program otomotif ini masih menggunakan materi kendaraan roda dua, insyaallah apabila program ini dapat berkembang bagus tentu akan mampu untuk menggunakan materi kendaraan roda empat (mobil). Mengapa  kok memilih Otomotif ? Tentunya ide mengadakan program ini tidak muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas.Program ini merupakan hasil analisis dan evaluasi kegiatan PPD dari tahun ke tahun. Selain itu dari pengamatan terhadap perkembangan dan perubahan situasi social yang terjadi di masyarakat maupun dalam dunia pendidikan, maka MA Salafiyah dipandang perlu melakukan pembaharuan dalam kegiatan belajar mengajar, serta beberapa perubahan strategi dalam PPDB. Hingga pada akhirnya lahirlah beberapa program keterampilan yang baru termasuk program otomotif ini. Jadi harapan saya, segenap siswa MA Salafiyah hendaknya dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh keterampilan ini dengan sebaik-baiknya. Dan yang lebih penting lagi tumbuhkan semangat dan motivasi untuk dapat berbuat dan menghasilkan sesuatu yang berguna, hari ini, esok. atau lusa dengan lebih baik lagi. Masa depan kalian tergantung pada diri kalian sendiri. Allah tidak akan mengubah nasib seseorang bila seseorang itu tdak mau berusaha untuk mengubahnya”.
Nah, jelaskan apa yang disampaikan oleh Bapak Wimbadi tadi?  Okey guys, marilah kita sama-sama berlomba untuk dapat meraih kesuksesan di MA Salafiyah sebagai modal kita nanti membangun masa depan. Mari kita sama-sama berjuang menegakkan dan membesarkan  nama MA Salafiyah. Banyak cara yang daqpat kita lakukan, termasuk mengajak rekan-rekan kita yang lain yang belum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan untuk bergabung dengan kita di sini, di MA Salafiyah tercinta. ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…!

Rabu, 03 Maret 2010

7-an MAS Pekalongan

D. Tujuan Pendidikan Madrasah
Secara umum, tujuan pendidikan Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan adalah  meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Bertolak dari tujuan umum pendidikan menengah tersebut, Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan  mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran Aktif (PAKEM, CTL).
2.    Mengembangkan potensi akademik, minat dan bakat Peserta Didik melalui layanan bimbingan dan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler
3.     Membiasakan perilaku Islami ala Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di lingkungan madrasah
4.      Meningkatkan prestasi akademik Peserta Didik dengan nilai rata-rata 7,5
5.   Meningkatkan prestasi akademik Peserta Didik di bidang seni dan olehraga lewat kejuaraan dan kompetisi.
6.      Mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut.
7.   Mempersiapkan bekal ketrampilan dan kemampuan menggunakan IPTEK peserta didik untuk hidup mandiri  di masyarakat sebagai perwujudan pengabdian kepada Allah SWT

Rabu, 09 September 2009

Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT dan bershalawat untuk Rasulullah Muhammad SAW, Tim Penyusun Kurikulum Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan dapat menyelesaikan Kurikulum Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan. Kurikulum ini disusun untuk digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan dalam menentukan berbagai kebijakan dan kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2011/2012 dan seterusnya, agar terencana, terarah, dan tepat tujuan yang akan dicapai khususnya dalam mengantarkan perserta didik menjadi insan yang beriman, bertaqwa, berilmu, berakhlak karimah, berbudaya dan terampil sebagai bekal hidup dan bekal membangun negeri tercinta Indonesia.
Dalam penyusunan Kurikulum Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan ini kami berupaya semaksimal mungkin menyajikan konsep, perangkat, serta strategi yang ideal, namun karena berbagai keterbatasan yang ada pada kami kekurangan dan kesalahan tidak bisa kami hindari.
Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan serta bimbingan demi terselesaikannya Kurikulum ini, kami ucapkan terimakasih
Harapan kami semoga Kurikulum Madrasah Aliyah Salafiyah Pekalongan ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat meningkatkan pelayanan terbaik kepada semua warga Madrasah. Dan Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membimbing dan menolong kita semua. Amin.

Pekalongan, 9 Juni 2011
Kepala Madrasah,



Ahmadun, S. Ag, M.S.I
            NIP. 196901212001121001

MA Salafiyah Pekalongan Jaya